Wealth Distribution

Pada dasarnya, setiap manusia dalam keluarga akan memberikan tiga jenis peninggalan. Pertama, peninggalan berupa memori dalam hidup seperti pernikahan, kehamilan, kelahiran anak, ketika anak masuk sekolah, dan momen indah lainnya. Yang kedua, peninggalan mengenai identitas keluarga, seperti orang tua yang berprofesi sebagai pengacara, mewarisi keahlian tersebut sehingga anak-anaknya juga berprofesi sebagai pengacara. Sementara peninggalan ketiga adalah hal terkait keuangan, baik harta maupun utang. Untuk peninggalan ketiga ini, sejatinya kita harus melakukan perencanaan waris dan distribusi kekayaan yang efisien dan menguntungkan.

Pentingnya perencanaan waris dan distribusi kekayaan

Peninggalan harga berupa harta dan utang seringkali menimbulkan masalah sehingga sangat penting untuk dikelola agar urusan keuangan dalam keluarga dapat berjalan dengan baik tanpa membuat perpecahan. Tanpa perencanaan yang baik, maka jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, ada kemungkinan harta waris diterima oleh pihak yang tidak diinginkan. Hal berikutnya adalah tanpa perencanaan yang baik, maka ada juga kemungkinan usaha keluarga tidak dapat diteruskan dengan baik.

Lalu, jika kamu merencanakan warisan dan distribusi kekayaan dengan cermat, kamu bisa memilih instrumen finansial yang lebih efisien dalam hal biaya dan pajak. Ruang lingkup perencanaan harta waris atau yang diatur dalam perencanaan ini melingkupi harta dan utang dalam sebuah keluarga, bagaimana pengelolaan keuangan saat pemilik kekayaan masih hidup, serta apa yang akan terjadi atas harta tersebut jika terjadi peristiwa kematian atas pemiliknya.

Langkah-langkah perencanaan waris dan distribusi kekayaan

Langkah-langkah dalam melakukan perencanaan harta waris terdiri dari lima tahap.

1. Melakukan pendataan atas harta dan utang

Harta kekayaan adalah semua aset yang dimiliki seperti rumah tinggal, kendaraan, koleksi perhiasan, uang tunai, serta modal usaha. Sedangkan utang termasuk juga utang kartu kredit dan pinjaman lainnya.

2. Membuat perencanaan harta waris

Dalam pelaksanaan perencanaan harta waris, ada tiga perangkat yang dapat digunakan. Pertamasurat wasiat yang dapat membantu seseorang melakukan perencanaan harta warisnya. Berdasarkan Pasal 875 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, suatu testamen atau surat wasiat merupakan suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendaki agar terjadi setelah ia meninggal dunia, dan dapat dicabut kembali selama seseorang tersebut masih hidup.

Perangkat kedua adalah asuransi jiwa. Polis asuransi jiwa sangat populer dan menguntungkan untuk digunakan dalam perencanaan harta waris. Salah satu keunggulan utama dari manfaat asuransi jiwa yaitu bersifat likuid sehingga memudahkan ahli waris dalam melakukan pembagian waris.

Perangkat ketiga adalah hibah. Hibah adalah pemberian yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak lain yang dilakukan ketika masih hidup dan pelaksanaan pembagian hartanya dilakukan pada waktu penghibah masih hidup.

3. Menghubungi notaris mau pun ahli hukum yang dapat membantu

Jika kamu tidak sanggup untuk melakukan perencanaan harta waris, maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dari pihak luar yang lebih independen. Selain dapat memberikan pandangan yang lebih netral, ahli independen ini pun seharusnya memiliki pengetahuan yang mumpuni.

4. Mengomunikasikan perencanaan dengan keturunan maupun keluarga

Meski dinilai tabu, komunikasi dengan keluarga yang baik merupakan kunci sukses perencanaan waris dan distribusi kekayaan kamu. Sebagai contoh, apabila hukum waris Islam ingin diterapkan, mungkin bagi anak perempuan ada yang merasa tidak adil karena bagiannya tidak sama besar. Tetapi, komunikasi dalam keluarga akan pemahaman hukum waris secara Islam yang benar dapat membantu keturunan dalam menerima apa itu konsep adil berdasarkan agama yang mungkin ingin dijalankan oleh pemilik harta.

5. Jangan lupa menikmati hidup

Perencanaan harta waris seharusnya memberikan kemudahan bagi keluarga dalam menyelesaikan permasalahan tentang keuangan di kemudian hari. Oleh sebab itu, pemilik kekayaan juga berhak untuk menikmati hidup yang indah dan sejahtera bersama keluarga.

Macam-macam instrumen perencanaan waris dan distribusi kekayaan

Properti

Warisan berupa tanah dan bangunan termasuk salah satu instrumen dengan pajak dan biaya yang besar. Sehingga seringkali, karena tidak sanggup membayar pajak waris, para ahli waris terpaksa menjual tanah dan bangunan warisannya.

Waktu ahli waris membaliknamakan properti dari pewaris yang meninggal, ia akan dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB). Pada saat membayar kewajiban ini, ahli waris mendapatkan keringanan berupa potongan 50% dari tarif pajak pembeli dan nilai pengurang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku khusus untuk warisan atau hibah wasiat. Besarnya, 50% x (5% (NJOP – NJOPTKP)).

NJOPTKP adalah Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak yang besarnya berbeda-beda di setiap daerah. Untuk area Jakarta, besarnya NJOPTKP ialah Rp350 juta. Jika sudah selesai balik nama ke para ahli waris, maka transaksi jual-beli dengan pihak ketiga dapat dilakukan layaknya transaksi jual-beli properti biasa.

Saat terjadi transaksi jual-beli, maka penjual akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 2,5% dari nilai transaksi atau NJOP (mana yang lebih besar). Sedangkan bagi pembeli, ia akan dikenakan BPHTB sebesar 5% x (NJOP – NJOPTKP).

Selain pajak, properti juga memerlukan biaya lain-lain. Biaya ini mencakup biaya perawatan tanah atau bangunan, biaya listrik, iuran keamanan, iuran lingkungan, dan lain sebagainya.

Deposito

Sementara jika warisannya dalam bentuk deposito, maka bunga deposito akan dikenakan PPh final 20% untuk deposito yang nilainya lebih dari Rp7,5 juta. Sedangkan untuk nilai deposito yang kurang dari Rp7,5 juta, bunganya tidak dikenakan pajak.

Saham perusahaan terbuka

Saham perusahaan terbuka merupakan salah satu instrumen yang disukai banyak konglomerat dalam mempersiapkan warisan dan merencanakan distribusi kekayaan. Sebagian besar orang yang tercatat sebagai orang terkaya di dunia, sumber kekayaannya berasal dari perusahaan terbuka. Saham perusahaan terbuka menjadi instrumen yang menarik karena pajaknya sangat rendah, yakni 0,1% dari transaksi jual dan 10% untuk dividen yang dibagikan.

Saham perusahaan terbuka merupakan salah satu instrumen yang disukai banyak konglomerat dalam mempersiapkan warisan dan merencanakan distribusi kekayaan. Sebagian besar orang yang tercatat sebagai orang terkaya di dunia, sumber kekayaannya berasal dari perusahaan terbuka. Saham perusahaan terbuka menjadi instrumen yang menarik karena pajaknya sangat rendah, yakni 0,1% dari transaksi jual dan 10% untuk dividen yang dibagikan.

Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah instrumen warisan yang sangat efisien dalam hal perpajakan. Karena, UU nomor 36 Tahun 2008 menyatakan bahwa pembayaran asuransi jiwa tidak termasuk objek pajak dan tidak dikenakan pajak.

Jenis asuransi jiwa yang umum digunakan untuk perencanaan waris adalah asuransi jiwa dengan nilai investasi. Utamanya adalah uang pertanggungan dari asuransi jiwa yang merupakan warisan bagi keluarga yang ditingggalkan. Namun, selama pemilik harta masih hidup, maka nilai investasi dari asuransi jiwa dapat digunakan untuk kehidupan.

Bagi teman-teman yang ingin efisiensi dibidang Wealth Distribution bisa masuk ke website dibawah dan pilih layanan yang ingin teman-teman gunakan.

SOLUSI PROTEKSI

Solusi Proteksi merupakan bagian dari grup asuransi dunia yang merupakan salah satu perusahaan asuransi dan manajemen aset terbesar di dunia